Keterangan Foto : Kepala Kantor Kemenag Bangka Selatan berfoto bersama dengan perwakilan penyuluh setelah menyerahkan SK PAI Non PNS

Bkgi-Bangka Selatan – Bertempat di ruang pertemuan Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Selatan, 51 Orang penyuluh agama Islam non PNS yang dinyatakan lulus setelah mengikuti tes seleksi pada bulan Desember 2019 yang lalu menerima Surat Keputusan, Rabu (22/01/2020). adapun penyerahan SK ini dilakukan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Selatan.

Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Selatan H.M. Karyawan, S.Ag. mengatakan kegiatan penyerahan SK ini memang terkesan agak mendadak, sehingga persiapan yang dilakukan pun tidak begitu maksimal, tapi beliau mengatakan bahwa selanjutnya akan diadakan kegiatan pembinaan untuk para penyuluh agama Islam non PNS yang baru mendapatkan SK ini.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H. di awal sambutannya mengucapkan selamat kepada para penyuluh yang telah lulus mengikuti tes seleksi penyuluh agama islam non PNS beberapa waktu yang lalu dan juga mengucapkan selamat bergabung di Kementerian Agama sebagai rumah bersama.

“oleh karena itu kepada rekan-rekan semua yang Alhamdulillah bisa bergabung dalam Penyuluh Agama Non PNS ini, karena sekaran sudah dalam satu rumah, maka kita anggap bapak-bapak dan ibu-ibu sudah menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama, karena sudah serumah kita tidak lagi berbicara kelompok masing-masing, ormas masing-masing, tapi kita bicara Kementerian Agama”, ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H. dihadapan para PAI PNS.

Kemudian beliau mengatakan kami dari Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Selatan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk rekan-rekan penyuluh agama ini. 

“kami berharap kepada para penyuluh agama non pns untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya, sebenarnya tugasnya tidak berat, karena merupakan kegiatan bapak-bapak dan ibu-ibu dalam keseharian. 

“nanti untuk teknisnya pelaksanaan kegiatannya, pelaporannya akan dijelaskan oleh Kasi Bimas Islam, yang penting bapak-bapak dan ibu-ibu patuhilah rambu-rambu peraturan yang ada, segera melaporkan kepada kepala KUA masing-masing, nanti kepala KUA yang akan membagi wilayah kerja bapak-bapak dan ibu-ibu”, Ujar H. Jamaludin.

Selanjutnya beliau mengatakan bahwa sesuai aturan setiap desa dan kelurahan harus dibina oleh seorang penyuluh, tetapi dikarenakan adanya kekurang penyuluh sesuai dengan kuota yang telah diberikan pusat. jumlah penyuluh hanya berjumlah 51 orang sedangkan jumlah desa dan kelurahan sebanyak 53, jadi ada beberapa penyuluh yang harus membina lebih dari desa.

sedangkan Kasi Bimas Islam mengharapkan para penyuluh untuk segera berkoordinasi dengan pihak KUA untuk selanjutnya dapat dibagikan wilayah kerjanya. setelah mendapatkan desa binaan diharapkan agar segera berkoordinasi dengan Pemdes, tokoh agama, tokoh masyarakat sebagai salam perkenalan para penyuluh kepada pemangku kepentingan di desa binaan masing-masing.

“dan juga yang paling penting segera juga lakukan inventarisir data-data yang dibutuhkan sebagai bahan penyuluhan”, tukas Kasi Bimas Islam.(CeeS83/rma).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini