Keterangan Foto : Kepala KUA Tukak Sadai saat menyaksikan ikrar wakaf di Masjid Al Ikhlas desa Sadai

Bkgi-Bangka Selatan—“Harta bisa dibawa mati” itulah penekanan yang disampaikan oleh Kepala KUA Tukak Sadai Rahmat Fadillah, S.Fil.I. dihadapan jamaah yang hadir di Masjid Al Ikhlas desa Sadai Kecamatan Tukak Sadai, Jumat (10/01/2020).

Kemudian Kepala KUA Tukak Sadai menjelaskan harta yang bagaimana yang bisa dibawa mati.

“Harta yang bagaimana yang bisa dibawa mati?harta yang bisa dibawa mati itu bukan berbentuk mobil, rumah, emas dan sebagainya, tetapi yang berbentuk Shodaqoh Jariyah”, Jelas mantan guru MTsN 1 Bangka Tengah ini.

selanjutnya beliau menerangkan bahwa wakaf termasuk amalan yang terus mengalir pahalanya meskipun orang itu sudah meninggal. sesuai sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya bila anak Adam meninggal, terputus semua amalnya kecuali tiga yaitu Shodaqoh Jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. dan wakaf termasuk kedalam shodaqoh jariyah tersebut. ini menunjukkan bahwa harta bisa dibawa mati. tetapi yang membawanya bukan kita yang mati, tetapi para ustadz dan santri yang belajar di tanah wakaf tersebut.

hal ini disampaikan oleh Kepala KUA Tukak Sadai saat menghadiri dan menyaksikan kegiatan pembacaan ikrar wakaf di Masjid Al Ikhlas Desa Sadai, dimana salah satu warganya H. Alan Sastra mengadakan ikrar wakaf dihadapan ketua nadzir bapak Sisnan Chaerudin guna mewakafkan sebidang tanah untuk selanjutnya dapat dipergunakan untuk pembangunan gedung madrasah diniyah di desa Sadai.

hadir pada kegiatan kali ini selain Kepala KUA Tukak Sadai hadir juga Ketua BPD Sadai, Ketua Masjid Al Ikhlas Desa Sadai, Tokoh agama dan tokoh masyarakat desa Sadai. (CeeS83/rma)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini