Keterangan Foto : Kasi PHU Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H.

Bkgi-Bangka Selatan—Terkait pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia ke tanah Suci pada tahun 1441 H/2020 M, setiap jamaah haji diberikan keleluasan untuk menentukan apakah dana setoran pelunasan Biaya perjalanan ibadah haji (bipih) masing-masing mau diambil kembali atau tetap dititipkan ke negara melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H. saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (4/6/2020).

H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H. juga mengatakan bahwa prosedur pengembalian dana Bipih nya sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI melalui KMA No. 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Pada Penyelenggaraan Haji Tahun 1441 H/2020 M yang telah ditandatangani oleh Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal (Purn) TNI. H. Fachrul Razi.

Menurut Kasi PHU Basel, langkah pertama dalam prosedur pengembalian setoran pelunasan adalah jamaah haji mengajukan permohonan pengembalian pelunasan setoran secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kabupaten/kota dengan menyertakan bukti asli setoran lunas Bipih dari Bank Penerima Setoran, fotocopy buku tabungan (dengan memperlihatkan buku yajg asli), fotocopy KTP (dengan memperlihatkan yang aslinya) dan memberikan nomor telp.

Tahapan selanjutnya adalah petugas di Seksi Haji dan umroh Kankemenag Kabupaten melaksanakan verifikasi dan validasi dokumen permohonan jamaah haji, kemudian menginput data setelah semua dokumen dinyatakan lengkap dan sah dan kemudian Kepala Kankemenag Kabupaten mengajukan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih kepada Direktur pelayanan haji dalam negeri (Diryanda).

Menurut H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H. setelah tahapan di kabupaten selesai, tahapan selanjutnya adalah Diryanda melakukan konfirmasi surat permohonan pembatalan setoran pelunasan jemaah haji pada aplikasi Siskohat dan atas nama dirjen PHU, Diryanda mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Selanjutnya menurut beliau petugas di BPKH akan melakukan verifikasi pengajuan pengembalian setoran pelunasan Bipih dan petugas pada BPKH akan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) sesuai nilai pembayaran Bipih ke Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih.

Kemudian BPS Bipih menerima SPM dari BPKH melakukan transfer dana pengembalian setoran ke rekening jemaah haji dan melakukan konfirmasi transfer pengembalian pada aplikasi Siskohat, terang H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H.

“Adapun waktu yang diperlukan dalam semua tahapan ini diperkirakan berlangsung paling tidak sembilan (9) hari kerja dengan uraian 2 hari di Kankemenag Kabupaten, 3 hari di Ditjen PHU, 2 hari di BPKH dan 2 hari adalah proses transfer dari BPS ke rekening jamaah”, ujar Beliau.

Beliau juga menerangkan bahwa bagi jamaah yang telah melaksanakan penarikan dana pelunasa setoran Bipih akan tetap diberangkatkan untuk keberangkatan tahun 2021 yang akan datang dengan tetap melaksanak pelunasan ulang, ujarnya.

Dan bagi jamaah yang tidak mau mengambil uangnya maka dana tersebut akan disimpan dan dikelola oleh BPKH, kata H. Agus Sadimin mengutip dari KMA 494 Tahun 2020. (CeeS83/rma)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini