Bkgi-Bangka Selatan—Seperti telah diketahui bahwa untuk keberangkatan calon jamaah haji Indonesia ke tanah suci tahun ini telah resmi dibatalkan dan ditunda sampai tahun depan, hal ini sesuai dengan press realis dari Menteri Agama RI Jenderal (Purn) TNI H. Fachrul Razi pada Selasa (2/6/2020) dan telah dikuatkan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H / 2020 M.

Menyikapi hal itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H membenarkan adanya pembatalan pemberangkatan terhadap Calon Jamaah Haji (CJH) di Indonesia pada tahun 1441 H /2020 ini.

“Sesuai dengan KMA yang telah dikeluarkan dan press realese yang telah disampaikan oleh Menteri Agama kemarin (2/6/2020) bahwa untuk tahun ini pemberangkatan CJH Indonesia ke tanah Suci dibatalkan dan ditunda sampai tahun depan”, Kata Jamaludin.

beliau mengatakan bahwa untuk tahun ini sebenarnya ada 119 Calon Jamaah Haji dari Bangka Selatan yang akan diberangkatkan ke Tana suci, tetapi terkait pembatalan pemberangkatan tahun ini maka ke 119 CJH tersebut juga termasuk kedalamnya, lanjut Kepala Kantor.

“kami akan segera memfollow up informasi ini kesetiap CJH di Bangka Selatan baik melalui surat resmi maupun pengumuman di whatssapp group dan kami berharap kepada SJH Bangka Selatan dapat menerima dan memaklumi atas keputusan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama ini”, ujar manta Kasubbag TU Kantor kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan ini.

“Seperti kita ketahui pembatalan ini disebabkan oleh penyebaran COVID-19 yang belum tahu kapan akan berakhirnya dan tidak adanya kepastian dari Pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini, lanjut beliau.

Kemudian beliau juga mengatakan bahwa bagi calon jamaah haji yang telah melaksanakan pelunasan BPIH tahun 2020 ini akan diberangkatkan pada tahun 2021 yang akan datang.

Terkait dana atau uang yang telah disetorkan sebagai pelunasan BPIH tahun ini, setiap CJH dapat menariknya atau mengambilnya kembali untuk disimpan secara pribadi.

“CJH dipersilahkan untuk mengambil uang yang telah disetorkan, tetapi meski sudah ditarik CJH tersebut tetap akan diberangkan kembali pada tahun yang akan datang dengan ketentuan mereka harus melakukan pelunasan kembali”, Kata H. Jamaludin.

“jika memang CJH yang hendak menarik kembali uangnya, syarat yang harus dipenuhi adalah KTP, bukti pelunasan dan nomor HP”, jelas Kepala Kantor.

Namun jika CJH tidak mau menarik kembali pelunasan hajinya, maka setorannya akan disimpan dan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji untuk keberangkatan tahun 1442 H/2021 M seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Agama RI, pungkasnya. (CeeS83/rma)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini