Bangka Selatan—Dalam rangka mempublikasikan terkait pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia ke tanah suci pada tahun 1441 H/2020 M, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh mengundang perwakilan Calon Jamaah Haji dari masing-masing kecamatan sebanyak 6 orang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan Jum’at (5/6/2020).

Pada pertemuan yang berlangsung di ruangan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan ini selain dihadiri oleh Kasi PHU H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H. juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kasi PHU H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H. kepada penyusun bahan Informasi Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan Sudiarto, S.Pd., M.M. diundangnya perwakilan CJH ini agar informasi yang didapat oleh para CJH ini tidak simpang siur dan liar, dikarenakan sekarang ini banyak informasi yang entah darimana datangnya tang terkait pembatalan keberangkatan haji ini terutama terkait uang pelunasan Bipih, terang Kasi PHU kepada Humas Kankemenag Basel saat ditemui di ruang kerjanya. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan di hadapan para perwakilan calon Jamaah haji Bangka Selatan menerangkan terkait apa yang ada di KMA 494 Tahun 2020.

Selain itu beliau juga menyampaikan kepada para Jamaah untuk banyak beristighfar dan bersabar akan keadaan yang kita hadapi bersama ini.

“Pemerintah mengambil keputusan ini bukan dengan mudah tetapi dengan pertimbangan yang sangat matang mengingat pelaksanaan haji ini akan mengumpulkan orang yang banyak pada satu tempat dan waktu yang sama, sedangkan keadaan penyebaran COVID-19 ini belum tahu kapan selesainya”, ujar Kepala Kantor.

Selain itu pertimbangan lain yang diambil pemerintah dalam mengambil keputusan ini adalah karena belum adanya kepastian dari Pemerintah Arab Saudi apakah akan tetap membuka penyelanggaraan haji tahun ini atau meniadakannya, sedangkan waktu pelaksanaan ibadah hajinya semakin hari semakin mepet.

“tidak mungkin kita memberangkatkan jamaah haji disaat waktunya yang sudah makin dekat, dikarenakan proses pemberangkatan jamaah haji ini memerlukan persiapan yang matang dari segala sisi mulai dari transportasi, akomodasi serta konsumsi para jamaah mulai dari asrama haji sampai ke tanah suci”, terang beliau.

Sedangkan Kasi PHU H. Agus Sadimin dalam kesempatan ini menerangkan bahwa uang pelunasan Bipih yang telah disetorkan bisa diambil dan bisa juga disimpan di BPKH.

“kalau ada jamaah haji yang mau mengambil uangnya silahkan cukup buat surat permohonan dengan melampirkan bukti setoran pelunasa, foto copy rekening, foto copy KTP dan menyerahkan nomor telp yang aktif, kalau berkas yang disampaikan lengkap maka prosesnya akan langsung kami tindak lanjuti, ujar H. Agus.

terkait dengan buku manasik dan souvenir dari BPS yang telah diserahkan kepada para calon jamaah dapat digunakan pada tahun yang akan datang, kata Kasi haji kepada perwakilan jamaah.

Mendengarkan penjelasan dari kepala Kantor maupun Kasi PHU, para perwakilan jamaah haji basel 2020 pada dasarnya menerima akan keputusan pemerintah terkait dibatalkannya keberangkatan CJH Indonesia untuk tahun ini. (CeeS83)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini