Bkgi-Bangka Selatan—-Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah resmi mengumumkan bahwa pelaksaan ibadah haji tahun 1441 H atau 2020 M hanya akan dilaksanakan untuk masyarakat arab saudi serta warga negara asing atau ekspatriat yang telah berdomisili di wilayah Arab Saudi.

Pengumuman resmi telah dikeluarkan secara resmi pada Senin 22 Juni 2020 pukul 21.30 waktu setempat.

Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H. saat ditemui oleh penyusun bahan informasi Subbag Tata Usaha di ruang kerjanya pada Rabu (24/06/2020).

“Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan pengumuman resmi bahwa pelaksanaan haji tahun ini tetap akan dilaksanakan tetapi hanya untuk warga negara Arab Saudi serta warga negara asing berdomisili di Arab Saudi”, ujar H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H.

“Keputusan pemerintah Arab Saudi ini sejalan dengan keputusan yang telah diambil oleh Pemerintah Indonesia melalui KMA nomor 494 Tahun 2020 terkait penundaan pelanksaaan haji tahun 2020 M/1441 H”, lanjut beliau.

Seperti diketahui Pemerintah Indonesia telah resmi menunda pelaksaan ibadah haji tahun ini dengan dikeluarkannya keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 494 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada tanggal 2 Juni 2020 yang lalu.

Menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan, Menteri Agama mewakili Pemerintah Indonesia mengapresiasi keputusan pemerintah Arab Saudi tersebut.

Menurut Kasi PHU mengutip pernyataan Menteri Agama di laman resmi https://kemenag.go.id/, Menteri Agama mengatakan ditengah pandemi, keselamatan jemaah patut dikedepankan. apalagi agama mengajarkan bahwa mencegah kerusakan harus dikedepankan dari meraih kemanfaatan. karenanya, saat ini berikhtiar menjaga keselamatan jamaah adalah hal utama.

Seperti diketahui pada berita yang dirilis secara resmi di laman Kementerian Agama https://kemenag.go.id/ Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi mewakili Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi terhadap putusan Arab Saudi yang mengedepankan keselamatan jemaah haji.

Pemerintah Apresiasi Putusan Saudi Kedepankan Keselamatan Jemaah Haji

Karena alasan keselamatan di tengah wabah Covid-19, Kerajaan Arab Saudi, pada Senin 22 Juni 2020, pukul 21.30 waktu setempat, memutuskan untuk menggelar ibadah haji 1441H/2020M hanya secara terbatas untuk Warga Negara Saudi dan Warga Negara asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi.

Keputusan Kerajaan Arab Saudi membatasi penyelenggaraan ibadah haji ini diapresiasi Pemerintah. “Atas nama pemerintah, saya selaku Menteri Agama mengapresiasi keputusan Saudi yang mengedepankan keselamatan jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M,” terang Menag Fachrul Razi di Jakarta, Selasa (23/06).

Menurut Menag, di tengah pandemi, keselamatan jemaah patut dikedepankan. Apalagi, agama mengajarkan bahwa mencegah kerusakan harus dikedepankan dari meraih kemanfaatan. Karenanya, saat ini, berikhtiar menjaga keselamatan jemaah adalah hal utama.

“Keputusan Saudi sejalan dengan dasar pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia yang  diumumkan 2 Juni lalu, yaitu keselamatan jemaah haji,” tutur Menag.

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan, keputusan terkait haji 1441H telah dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada 22 Juni 2020. Keputusan yang ditunggu oleh umat Islam di berbagai negara itu didasarkan pada alasan keselamatan seiring masih terjadinya pandemi Covid-19. Pandemi itu dialami banyak negara, termasuk Saudi sendiri.

“Saya sudah menerima rilis resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Karena alasan menjaga keselamatan jemaah dari bahaya pandemi Covid-19, Saudi memutuskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H digelar dengan jumlah yang sangat terbatas,” terang Endang Jumali.

“Dalam rilis dijelaskan bahwa maksud dari sangat terbatas adalah hanya bagi warga negara Saudi dan warga asing dari negara manasaja yang ingin beribadah haji, namun sekarang sudah berada atau berdomisili di Saudi. Itupun dalam jumlah terbatas,” sambungnya.

Menurut Endang, Saudi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi memastikan pelaksanaan ritual manasik secara aman dan sehat. Pembatasan diberlakukan juga agar manasik dapat dilakukan dengan cara yang memenuhi persyaratan pencegahan dan social distancing yang diperlukan guna memastikan keselamatan dan perlindungan manusia dari ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan tujuan syariat Islam dalam melestarikan dan menjaga jiwa manusia.

“Keputusan ini berasal dari kepedulian Khadimul Haramain terhadap keamanan dan keselamatan para pengunjung kedua Masjid Suci,” tandasnya. (CeeS83)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini