Bangka Selatan—Dalam rangka mewujudkan Reformasi Birokrasi dan pembentukan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bebas melayani di Lingkungan Satuan Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H. mencetuskan sembilan (9) Inovasi yang telah dan akan diterapkan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan kesembilan inovasi ini merupakan buah pemikiran bersama antar pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan.

Adapun kesembilan inovasi tersebut menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan adalah yang pertama Siskohat Mobile: menurut Kepala Kantor, Siskohat Mobile ini ditujukan untuk memudahkan pelayanan pada Seksi penyelenggaraan haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan terutama kepada masyarakat Bangka Selatan yang tinggal di luar Kota Toboali.

“Adapun layanan yang dapat diperoleh masyarakat pada layanan Siskohat mobile ini ada 5 yaitu pendaftaran haji, Penjemputan calon jamaah haji yang ingin melaksanakan pendaftaran haji, layanan pembatalan haji, pengeluaran surat rekomendasi penerbitan umroh untuk calon jamaah Umroh serta layanan informasi haji keliling”, ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan.

Inovasi yang kedua adalah Dukhaji yaitu sebuah inovasi hasil kerjasama antara Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan dan Dinas Pencatatan Sipil dan kependudukan Kabupaten Bangka Selatan untuk pemberian KTP maupun KK baru bagi Jamaah haji yang telah melaksanakan ibadah haji dengan pencantuman gelar Haji pada KTP maupun KK, Lanjutnya.

kemudian menurut H. Jamaludin inovasi yang ketiga adalah Dukcatin, inovasi ini sama dengan DUkhaji, dimana kankemenag bangka Selatan bekerjasama dengan Disksdukcapil Basel untuk memberikan KTP dan KK baru bagi pasangan pengantin yang telah melangsungkan akad nikah.

“karena selama ini banyak pasangan yang baru menikah tetapi tidak langsung mengurus perubahan data pada dokumen kependudukannya, dengan adanya kerjasama ini, maka pasangan yang baru melangsungkan pernikahan akan langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang baru berupa KTP dan KK dengan status sudah menikah”, terang Kepala Kantor.

Inovasi keempat adalah Dewi Besilah dimana kita menampilkan video yang berisi tilawah Alquran yang menampilkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bangka Selatan.

“ini salah satu upaya Kankemenag Kabupaten Bangka Selatan untuk mendukung Pemerintah daerah Kabupaten Bangka Selatan dalam mengembangkan dan mempromosi wisata di Kabupaten Bangka Selatan”, ujar H. Jamaludin.

“Videonya dapat ditonton melalui akun youtube resmi Kantor Kemenag Kabupaten Bangka Selatan dengan nama Kemenag Basel”, lanjutnya.

Untuk inovasi kelima ini yang menjadi pilot projectnya adalah KUA Tukak Sadai yaitu Green KUA, dimana setiap pasangan catin yang akan melaksanakan pernikahan di Kantor KUA Tukak Sadai diwajibkan menyumbang dan menanam 1 buah pohon.

Klik Samawa adalah inovasi yang keenam telah diluncurkan oleh Kankemenag Basel yang berupa layanan informasi layanan KUA, informasi kepenghuluan, informasi haji, informasi zakat wakaf, informasi moderasi beragama dan informasi keagamaan lainnya cukup dengan hanya sekali klik aplikasi yang bernama Klik Samawa.

Aplikasi A-Bata merupakan aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk memperoleh data terkait pendidikan islam, bimas islam, haji dan umroh serta zakat wakaf.

“jadi dengan adanya aplikasi ini, masyarakat atau pihak lain yang membutuhkan data terkait Kankemenag Basel cukup dengan mengakses aplikasi A-Bata ini”, terang H. Jamaludin, S.Ag., M.H.

Bait data merupakan sebuah inovasi berupa pusat data terpadu yang dimiliki oleh Kankemenag bangka Selatan.

Sedangkan Inovasi kesembilan adalah program Excelent Class yang merupakan sebuah inovasi dengan membuka program madrasah unggulan di Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Gadung Toboal.

“Program ini ditujukan untuk menghidupkan kembali pesantren dan madrasah dengan cara menyediakan kelas Tahfiz Qur’an, Hadroh, Muhadhorah, Bahasa Arab dan Inggris dan gratis bagi siswa yang masuk kelas khusus tersebut”, Ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H. (CeeS83)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini