PTBangka Selatan—Sebagai wujud dukungan terhadap salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2020-2025 yaitu program moderasi beragama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyediakan pojok moderasi beragama di salah satu sudut ruangan Seksi Bimas Islam.

Menurut Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H.M. Karyawan, S.Ag. saat ditemui di pojok moderasi beragama pada Selasa (28/07/2020), ide ini merupakan penguatan dari rencana strategis pembangunan bidang keagamaan pada Kementerian Agama yang mengambil tema “Penguatan Moderasi Beragama”.

“Kita sebagai unit dari Kementerian Agama di tingkat Kabupaten harus memberikan dukungan terhadap program pembangunan di bidang keagamaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, maka dari itu salah satu wujud dari dukungan tersebut kita di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan menyediakan pojok moderasi beragama inii”, terang mantan Kasi PHU Kankemenag Basel ini.

Lebih lanjut beliau mengatakan sebagai unit dari Kementerian Agama di tingkat Kabupaten, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan melalui Seksi Bimas Islam secara otomatis menjadi leading sector pada program ini di tingkat Kabupaten Bangka Selatan.

“Kankemenag Basel sebagai leading sector di tingkat Kabupaten Bangka Selatan melalui Seksi Bimas Islam harus mengambil peran penting dan ambil bagian dalam mengimplemaentasikan rencana besar ini dalam mewujudkan moderasi beragama dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbudaya, berbangsa dan beragama terutama di wilayah kabupaten Bangka Selatan”, Jelas Beliau.

“Kedepan Pojok moderasi beragama yang ada di ruangan Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama ini, akan memproduksi konten-konten yang memuat nilai dari moderasi beragama terutama nilai-nilai moderasi Islam di ruang publik yang dapat menyejukkan, mencerahkan sehingga publik dapat memahami Islam dengan baik”. Kata H.M. Karyawan.

Beliau juga mengatakan secara sederhanan bahwa konsep dari moderasi beragama ini bukanlah mau merubah ibadah-ibadah dan ajaran agama tapi dapat dimaknai sebagai cara beragama yang moderat atau washatiyah, toleran, tidak ekstrim, tidak radikal, tidak fanatisme sempit atau berlebihan untuk merespon dinamika kebangsaan di tengah maraknya intoleransi, radikalis dan fanatis yang berpotensi merusak keutuhan bangsa. (CeeS83)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini