Bangka Selatan—Bertempat di Masjid Al Anshor yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Perumnas UPTB Kelurahan Toboali, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh melaksanakan kegiatan Bimbingan Manasik Haji Angkatan I pada Kamis (1/10/2020).

Menurut ketua panitia Jumiati, S.Sos.I., M.Pd., kegiatan manasik haji ini diselenggarakan untuk memberikan pembinaan dan informasi-informasi tentang penyelenggaraan haji kepada para calon jamaah haji yang akan melaksanakan ibadah haji pada tahun 1442 H / 2021 M yang akan datang.

Adapun narasumber yang dihadirkan pada kegiatan manasik haji kali ini adalah H. Jamaludin, S.Ag., M.H dan H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H. yang keduanya merupakan pembimbing manasik haji yang memiliki sertifikat sebagai pembimbing manasik haji.

H. Jamaludin, S.Ag., M.H. saat menyampaikan materi dengan judul pelayanan ibadah haji di tanah air dan di arab saudi mengatakan sesuai survey yang telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun lembaga survei independen bahwa layanan haji yang diberikan pemerintah Indonesia kepada jamaah haji semakin tahun semakin membaik dibandingkan dengan layanan haji negara lain, layanan haji Indonesia termasuk yang terbaik.

“banyak jenis layanan yang diberikan pemerintah baik di Indonesia maupun di Arab Saudi kepada para jamaah haji yang salah satunya adalah pelaksanaan kegiatan bimbingan manasik haji”, ujar Beliau.

Menurut H. Jamaludin layanan manasik haji ini merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikan pelatihan terkait pelaksanaan ibadah haji kepada para calon jamaah haji, tetapi dikarenakan waktu dan biaya yang terbatas, para calon jamaah haji diperbolehkan untuk melaksanakan manasik haji secara mandiri.

Selain layanan manasik haji, pelayanan lain yang diberikan pemerintah kepada para jamaah haji menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan adalah memberikan uang saku kepada para jamaah yang diambil dari biaya perjalanan haji yang telah dibayarkan jamaah itu sendiri.

“jadi kalau dibandingkan dengan negara lain, biaya perjalanan ibadah haji Indonesia ini adalah yang termurah karena setiap jamaah haji diberikan subsidi biayanya perjalanan ibadah hajinya dengan menggunakan dana manfaat hasil setoran para jamah haji tersebut”, terang beliau.

“Kalau kita ingin melihat perbandingannya dengan biaya haji yang harus disetorkan para petugas haji tahun 2020 ini, mereka harus membayar sebesar Rp. 70jt perpetugasnya, jadi kalau setiap jamaah membayar 35jt per jamaah artinya setiap jamaah mendapatkan subsidi sebesar 50?ri biaya yang semestinya yang harus dibayar, ini juga termasuk layanan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada para jamaah haji”, tukas beliau.

Sedangkan layanan yang diberikan kepada para jamaah haji saat di tanah suci salah satunya adalah penyediaan konsumsi yang sesuai dengan lidah orang Indonesia dan masih banyak lagi layanan yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk memudahkan para jamaah haji dalam melaksankan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan tiga skenario terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2021/1442 H nanti tergantung keputusan yang akan disampaikan oleh pemerintah arab saudi yakni apakah akan diberangkankan semua jamaah haji yang batal pada tahun 2020 M/1441 H, atau hanya diberangkatkan sebagian atau ditunda kembali.

Sedangkan H. Agus Sadimin, S.Ag., M.H. yang menjadi narasumber kedua pada kegiatan ini menyampaikan materi tentang Perab Karu dan Karom dalam pelaksanaan ibadah haji.

Beliau mengatakan bahwa peran karu dan karom dalam pelaksanaan ibadah haji ini sangatlah vital sebagai penghubung antara jamaah dan ketua kloter serta menjadi koordinator bagi anggota di bawah kelompok masing-masing.

“Baik kepala regu maupun kepala rombongan dipilih dari para jamah haji dan diutamakan jamaah laki-laki”, ujar Kasi PHU. (CeeS83)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini