Bangka Selatan—Bertempat di ruang pertemuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf melaksanakan rapat koordinasi terkait penetapan nilai zakat fitrah, fidyah, zakat mal serta zakat profesi untuk wilayah kabupaten Bangka Selatan tahun 1442 H/2021 M, Jum’at (23/04/2021).

Hadir pada kegiatan rapat koordinasi kali ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H., Kabag Kesra Setda Bangka Selatan H. Muhson, S.ST., M.M., Perwakilan dari Dinas Sosial H. Ade Hermawan, S.E., M.M., Ketua MUI Bangka Selatan H. Zahirin, S.H. Wakil ketua BAZNAS Bangka Selatan H. Rosidi, Ketua LAZISMU Bangka Selatan H. Supiandi, M.Pd., Perwakilan dari PCNU Bangka Selatan Saeful Anwar, perwakilan dari BKPRMI Basel Ruli Syahadan, Ketua FKUB Basel Iskandar Ismail, Ketua DMI Bangka Selatan H. Andi Kusuma, para pejabat eselon IV serta seluruh kepala KUA di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin, S.Ag., M.H. dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam menetapkan keputusan yang akan diambil hari ini, harus mencantumkan unsur-unsur yang terkait dengan keputusan yang kita ambil misalkan data terkait beras yang masyarakat konsumsi masingt-masing dan pembayaran zakatnya apabila diuangkan sesuai dengan harga beras yang dikonsumsi masyarakat tersebut.

“Sehingga masyarakat tidak merasa terbebani dengan angka yang akan kita tetapkan nanti”, ujar H. Jamaludin.

Dalam kesempatan ini beliau juga mengusulkan untuk menetapkan penghitungan hasil perkebunan atau pertanian yang telah terkena nasabnya untuk dibayarkan zakatnya yang sifatnya sebatas pemberitahuan ataupun himbauan saja.

Setelah diadakan pembahasan dengan mempertimbangkan hal-hal yang menyangkut pembayaran zakat ini maka ditetapkanlah hasil keputusannya yaitu:

  1. Untuk zakat fitrah kalau diuangkan menjadi sebesar Rp. 30.000/jiwa atau senilai Rp. 12.000 per kg.
  2. bagi yang mengkonsumsi beras di atas atau di bawahharga standar Rp. 12.000 /kg, wajib mengeluarkan zakat sesuai dengan harga beras yang dikonsumsi sehari-hari.
  3. Tidak diperkenankan kepada panitia amil/UPZ untuk memperjual belikan beras yang sudah dibayarkan oleh muzhaki sebagai zakat fitrah.
  4. untuk menghindari potensi berkumpulnya masyarakat/mustahik selama pandemi covid 19 tahun 1442 H/2021 M ini, zakat disalurkan oleh panitia amil /UPZ ke rumah-rumah mustahik masing-masing.
  5. zakat maal/harta dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

– untuk emal 24 karat, nisab/takaranyya telah mencapai 85 gram (setara dengan                226,95=227 mata) dan telah mencapai haulnya (lama simpan) selama 1 tahun,                maka wajib mengeluarkan zakat maalnya/hartanya dengan perhitungan :Nishab                zakat maal=emas 85 gram x 2,67 mata = 226,95 mata x Rp. 293.000/mata = Rp.            66.496.350 x 2,5 % = Rp. 1.662.408,75,-

– untuk zakat uang apabila sudah mencapai nisab Rp. 66.496.350 dan haulnya                    selama satu tahun maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %

6. Untuk golongan yang menurut syar’i membayar fidyah, maka besaran fidyahnya                besar Rp. 20.000,- / hari.

Keputusan penetapan nilai zakat dan fidyah ini telah ditetapkan melalui surat ketetapan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan nomor: 510/Kk.29.05.S.4/BA.03.2/04/2021 Tanggal 23 April 2021 dan ditandatangi oleh seluruh peserta yang menghadiri rapat koordinasi ini. (CeeS83)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini