Bangka Selatan- musibah kebakaran yang terjadi pada Pondok Pesantren Tahfidz Guntur yang berlokasi di Dusun Pangkalan Batu, Desa Ranggung, Kecamatan Payung 6 hari yang lalu tepatnya minggu, (06/06/2021) menyita perhatian segenap keluarga besar Kantor Kemenag Basel.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan H. Jamaludin,S.Ag.,M.H bersama Kepala Seksi PAPKIS Amran, S.Ag, Kepala Seksi Bimas Islam H.M. Karyawan,S.Ag dan kepala KUA kecamatan Payung Marwan,S.S mengunjungi pondok pesantren Guntur Pangkalan Batu Desa Ranggung kecamatan Payung, jum’at(11/06/2021)

Kehadiran kepala kantor disambut oleh pengurus pesantren Ust Guntur dan Ust. Ahmadi Sopyan. Kepala Kantor menanyakan perihal kebakaran kepada pengurus pesantren tersebut “singkatnya Pengurus pesantren menceritakan bahwa kejadian kebakaran pada malam hari,  Pondok Pesantren ludes terbakar namun tidak ada korban jiwa hanya saja santrinya yang mengalami luka bakar, ditengah kebakaran Ustadzah Angeli berjuang menyelamatkan santrinya hingga saat ini masih mengalami luka bakar semoga semuanya cepat sembuh dapat beraktifitas kembali. ” ujar salah satu pengurus pesantren tersebut

“Pada kesempatan tersebut H.Jamaludin, S.Ag.MH memberikan ucapan berdukacita semoga keluarga besar pesantren diberikan ketabahan dan kesabaran,”

lanjutnya, ia juga memberikan apresiasi atas perjuangan Ust. Guntur dan Ust. Ahmadi Sopyan dalam mendidik anak anak Tahfidzul Qur’an sehingga Beliau menambahkan untuk melengkapi administrasi agar dapat diusulkan menjadi pesantren yang terakreditasi.” ujar Jamaludin

“Kementerian Agama selalu hadir untuk mencerdaskan kehidupan beragama ditengah masyarakat. Kami juga memberikan sedikit bingkisan sebagai bentuk kepedulian terhadap Pesantren Guntur,”tuturnya

Tetap semangat, kami selalu mendukung untuk kebangkitan Pondok Pesantren. jangan bersedih dalam setiap perjuangan pasti ada ujian dan cobaan, mudah-mudahan ini awal dari kebangkitan pesantren.(DNS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini