Bangka Selatan, Selasa, (12/09/2022), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan  bersama kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS), dan Pengawas Madrasah menggelar kunjungan ke pondok pesantren dan madrasah di lingkungan kecamatan Simpang Rimba. Tujuan kunjungan ini untuk melakukan pembinaan terhadap pondok pesantren dan madrasah di lingkungan kementerian agama kabupaten Bangka Selatan.Dalam kesempatan ini pondok pesantren yang dikunjungi yaitu pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Darussalam Permis dan madrasahnya yaitu MTs Negeri 1 Bangka Selatan.

Saat melakukan pembinaan di pondok pesantren Tahfidzul Quran Darussalam hadir juga pihak Polsek, Kepala KUA serta penyuluh agama, kepala kantor Kemenag Bangka Selatan, Jamaludin, menghimbau agar pondok pesantren dikelola dengan benar dan profesional, baik administrasi maupun proses pembelajarannya. Pondok pesantren agar tidak menerapkan tindakan-tindakan kekerasan, aturan-aturan dalam pesantren harus jelas dan disosialisasikan serta disepakati bersama dengan para wali santri sehingga penerapan aturan dalam pondok tidak merugikan semua pihak. Beliau memberikan contoh tentang adanya sanksi-sanksi yang terkadang diberikan pondok pesantren terhadap santrinya sangat kurang mendidik, misal sanksi tersebut menyakiti fisik maupun psiskis santri bahkan terkadang ada yang memviralkan di media sosial ketika memberikan sanksi tersebut, sehingga membuat respon yang beragam dari semua kalangan.

Lebih lanjut beliau berpesan agar pondok pesantren lebih selektif lagi merekrut tenaga pengajar, jangan sampai salah rekrut, takutnya nanti pondok pesantren disusupi oleh orang-orang yang membawa pengaruh buruk terhadap pondok pesantren. Jika terjadi kesalahan dalam rekrutmen tenaga pengajar ditakutkan nanti bisa menghancurkan pondok pesantren itu sendiri. Dan yang terpenting menurut beliau adalah pondok pesantren harus sering-sering berkoordinasi dengan pihak kementerian agama.

“Saya selaku kepala kantor Kemenag Basel dalam kesempatan ini menghimbau kepada pimpinan dan ustadz/ustadzah di pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Darussalam ini agar dapat menjalankan proses pembelajaran secara baik dan benar serta profesional. Memberikan sanksi kepada santri yang sifatnya mendidik, jangan sampai sanksi yang diberikan dapat melukai fisik maupun psikis santri. Pemberian sanksi tersebut harus disepakati antara pihak pesantren dan orang tua santri sehingga ketika sanksi itu diterapkan tidak akan ada yang merasa dirugikan. Dan yang paling penting dalam menerapkan sanksi jangan sampai diupload di media apapun. Serta kami minta untuk sering-sering berkoordinasi.” Ujar Jamaludin.

Kemudian pada saat melakukan pembinaan di MTs Negeri 1 Bangka Selatan, Jamaludin memberikan semangat dan motivasi kepada kepala madrasah, tenaga pengajar dan tenaga tata usaha untuk terus mengembangkan skill dan potensi yang ada pada diri masing-masing agar dapat bekerja maksimal dalam memberikan pembelajaran kepada seluruh siswa. Beliau juga berpesan agar dapat menghadapi dan menyikapi siswa-siswa yang “agak nakal” dengan sabar dan menerapkan teori-teori yang pernah dipelajari di bangku kuliah tentang cara-cara menghadapi siswa dengan berbagai macam tingkahnya.

“Saya berharap kepada kepala madrasah dan seluruh tenaga pengajar untuk terus mengembangkan diri masing-masing dengan cara menggali potensi diri. Selalu sabar dalam melakukan pendidikan dan pembelajaran terhadap siswa yang memiliki berbagai macam tingkah laku.” Pesan Jamaludin.

Pengawas madrasah, Yanti Mala Yulidar, yang turut hadir dalam kesempatan itu memberikan arahan agar pihak madrasah bisa menjaring bakat siswa melalui penjaringan bakat dan minta pada saat penerimaan peserta didik baru dengan melihat rekam jejak prestasi dari sekolah sebelumnya. Beliau juga berpesan agar tata tertib madrasah harus tercatat dan disosialisasikan dan disepakati bersama.

“Madrasah bisa mengetahui bakat dan minat siswa melalui penjaringan pada saat PPDB. Kemudian madrasah harus mensosialisasikan semua peraturan kepada orang tua sehingga nanti dapat disepakati secara bersama-sama.” Ujar Yanti Mala Yulidar.

Selanjutnya kepala MTs Negeri 1 Bangka Selatan, Rosita, berharap dengan adanya pembinaan ini dapat menjadi suntikan suplemen bagi guru agar dapat lebih semangat dalam mengajar sehingga madrasah hebat dan bermartabat serta madrasah mandiri dan berprestasi dapat terwujud.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini