Bangka Selatan- Selasa (6/12/2022), bertempat di halaman Kantor Desa Keposang diselenggarakan pentas seni Desa Sadar Kerukunan yang melibatkan 6 agama yang ada di desa setempat islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu. Pentas Seni ini diselenggarakan dalam rangka untuk menegakkan kerukunan dalam membangun peradaban antar umat beragama.

Masyarakat keposang dikenal sebagai masyarakat rukun dan damai dari sejak dulu sebelum desa tersebut dinobatkan sebagai desa sadar kerukukan di tahun 2019 oleh kanwil kemenag babel.

Pegelaran pentas seni desa sadar kerukunan dinaungi langsung oleh Kanwil kemenag Babel dan ikut serta mensuksekan kerjasama dari semua pihak yang terlibat pemerintah Desa keposang, Kemeag Basel, FKUB dan Tokoh masyarakat.

untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama melalui Pentas Seni Karena seni salah satu yang dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat. Seni yang mewakili 6 agama memilki pesan moral tersendiri sehingga dapat mempererat keharmonisan antarumat beragama dan ajang silahturahmi antar umat.

Dalam pegelaran Seni tersebut menampilkan seni yang mewakili seluruh agama yang diakui oleh Indonesia. Satu persatu menampilkan seni, seperti umat Islam menampilkan Qasidah, Umat Kristen menampilkan Paduan Suara Kerohanian, Umat Budha menampilkan nyanyian, umat Hindu menampilkan seni tari, dan umat konghucu menampilkan Barongsai. Pentas Seni juga dimeriahkan oleh hadroh putra, silat dan tari burung.

Kepala Desa Keposang  menyampaiakn rasa syukurnya atas kepercayaan kanwil kemenag Bangka Belitung desa Keposang sebagai tuan rumah pentas seni desa sadar kerukunan. Ini sebagai ajang kita untuk bersilahturahmi antarumat beragama.

“Pada pantas seni ini akan menampilkan seni yang ada di desa ini dengan mewakii beberapa agama. Harapnya kegiatan seperti ini akan dilaksanakan secara terus menerus “, katanya.

“Hadir dalam acara tersebut Kepala kanwil kemenag Babel yang diwakili Kasubbag Tu dalam sambutannya mengajak mari dalam beragama kita terapkan salah satu dari cara beragama yang baik kita terapkan kompromistis bukan komparatif jadi apapun yang ada di kita marilah kita sharing kompromi cari kesamaan bukan menonjolkan perbedaan.

Senada dengan itu  Bupati Bangka Selatan Riza herdavid yang turut hadir daam sambutannya selaku umat beragamamencari kesamaannya bukan malah mencari perbedaannya inilah tugas kita semua.

“Harapnya yang dilakukan oleh Desa Keposang bisa merambat  ke desa-desa lainnya sehingga kekuatan kita mempersatukan NKRI ini tidak ada yang berani masuk kuncinya adalah bagaimana kita tidak mudah terprovokasi dan tidak mudah membeda bedakan “, Harapnya

“Terakhir beliau mengapresiasi kegiatan ini, dengan kegiatan ini dapat membawa keberkahan untuk kita semua”, Ujarnya (ssd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini